Cuci Tangan VS Hand Sanitizer

Mana yang lebih efektif dan sehat antara mencuci tangan biasa dengan hand anitizer??

Catatan WHO, diare membunuh 2,5 juta Balita di dunia setiap tahun.  Untuk itu, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 Oktober menjadi momen penting sebagai upaya menghentikan penyebaran kuman di tangan untuk menyelamatkan jiwa.

Meskipun sering diabaikan, mencuci tangan dengan sabun merupakan kunci hidup sehat. Hal ini perlu disadari mengingat tangan menjadi media potensial bagi kuman untuk menularkan berbagai penyakit.

Sayangnya, mencuci tangan dengan sabun belum menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Terbukti, di beberapa rumah makan, malah lebih mudah menemukan air kobokan daripada wastafel.

“Hanya satu dari empat orang Indonesia yang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” papar Amalia Sarah Santi selaku Senior Brand Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia, Tbk.

Kebiasaan masyarakat ini harus diubah. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan cara paling efektif untuk membunuh kuman. Namun di era modern, alternatif lain sebagai pengganti cuci tangan, seperti cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, belum terbukti seefektif mencuci tangan dengan sabun dan air.

“Kuncinya adalah mencuci tangan dengan air mengalir. Jika Anda tak menggunakan sabun itu tak terlalu masalah, karena hanya dengan air mengalir saja sudah cukup membantu menurunkan tingkat infeksi kuman dan virus,” tambah dr. Tony S. Natakarman selaku Ketua IDI wilayah DKI Jakarta.

Menurut penelitian dari London School of Higiene, mencuci tangan dengan sabun terbukti ampuh mencegah diare sekitar 40-60 persen. dr. Tony menambahkan bahwa hand sanitizer boleh digunakan pada saat-saat terpaksa, seperti saat sedang berada dalam perjalanan.

Cuci Tangan Itu Sepele, Tapi Bisa Selamatkan Jiwa

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan, peningkatan kebiasaan cuci tangan pakai sabun termasuk kunci pokok untuk mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan dan perilaku manusia dalam strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Berbasis Masyarakat (STBM).

“Ini sebagai upaya promotif dan preventif terpadu pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular seperti diare. Berdasarkan riset CTPS saja dapat mencegah diare hingga 47 persen,” kata Yoga kepada wartawan di Parkir Selatan Senayan Jakarta, Minggu (9/10/2011).

Jika implementasinya tidak hanya sebatas pada peningkatan CTPS saja namun juga  merubah perilaku negatif seperti pengurangan buang air sembarangan, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengolahan limbah cair yang benar maka akan menurunkan angka kejadian diare hingga 94 persen.

Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso,  mengungkapkan meski  CTPS sangat mudah dan murah tapi belum menjadi kebiasaan sehat masyarakat Indonesia.

“Kami akan memaparkan hasil penelitian terkini mengenai efektifitas CTPS dalam menghentikan penyebaran kuman untuk menyelamatkan jiwa di dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) STBM pada 14 Oktober 2011,” kata Brand Building Director Skin Cleansing, PT Unilever Indonesia Tbk., Eka Sugiarto.

Categories: Artikel Kesehatan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s