Transplantasi (Cangkok) Gigi, Mungkinkah?

transplant of teeth (ilust umaryland.edu)

Sebuah pertanyaan yang menggelitik! Kita sudah pernah mendengar transplantasi (pencangkokan) organ tubuh dari manusia ke manusia lain seperti jantung, ginjal, hati, paru-paru, pankreas, usus, thymus yang jauh lebih rumit dari gigi. Namun sepertinya belum pernah terbetik berita, ada orang yang mendonorkan giginya untuk ditanamkan pada rahang orang lain yang membutuhkannya. Umumnya yang kita pahami, kalau seseorang kehilangan sejumlah giginya karena dicabut, maka untuk menggantikannya dibuatlah protesa (gigi palsu).

Rupanya persepsi bahwa transplantasi gigi belum pernah dilakukan orang keliru adanya. Pencangkokan gigi ini bahkan sudah ada sedari zaman Mesir kuno. Diceritakan bahwa para budak (slave) dipaksa untuk dicabut giginya dan gigi ini ditanamkan pada rahang firaun. Pada akhir abad ke 18, bahkan ada transaksi jual beli organ gigi ini. Orang-orang melarat di benua Eropa bersedia dicabut giginya yang masih bagus dan sehat dengan imbalan uang dan gigi ini ditanamkan pada rahang orang-orang kaya yang rusak giginya. Seperti yang terlukis pada ilustrasi di atas, ada seorang dokter gigi sedang mencabut gigi tukang cerobong asap yang papa (a poor chimney sweep) disaksikan oleh wanita bangsawan yang bakal menerima donor gigi ini.

Nampak wanita ini sedang mengisap sejenis mentol (smelling salt) untuk mengusir bau menyengat dari badan tukang cerobong ini. Di sebelah kanan gambar ini, nampak wanita elegan lainnya yang sedang diperiksa untuk dicabut giginya dan selanjutnya dicangkok dengan gigi barunya. Di latar belakang terlihat seorang pria priayi yang sedang mematut hasil cangkok gigi pada sebuah cermin. Sedangkan di ujung kiri gambar nampak seorang miskin lainnya yang baru selesai menjual giginya dan memegangi pipinya dengan wajah kusut. Pada pintu praktek dokter gigi ini tertulis pengumuman ‘Most money given for live teeth’ (Uang kontan untuk gigi yang masih sehat).

Praktek jual beli gigi untuk transplantasi ini memang tak berumur panjang, karena ternyata terjadi penolakan tubuh terhadap gigi dari orang lain ini. Fenomena ini memang terjadi pada transplantasi organ tubuh yang lain, seperti cangkok ginjal, hati dan lainnya. Oleh karenanya, pada transplantasi organ dengan teknologi medis mutakhir, pasien akan diberikan obat immunosuppression untuk menetralisasikan reaksi penolakan tubuh. Namun tak berarti transplantasi gigi ditinggalkan orang, karena kemudian dikembangkan ‘autotransplantation’ atau ’autograft’.

Autograft adalah transplantasi gigi yang berasal dari orang itu sendiri. Ini berbeda dengan dengan ’allograft’ dimana organ gigi yang dicangkokkan berasal dari orang lain. Gigi yang paling sering menjalani autograft ini adalah gigi geraham bungsu (wisdom tooth). Seperti kita ketahui pada setiap segmen dari rahang terdapat tiga gigi geraham. Gigi geraham yang pertama tumbuh pada usia 6-7 tahun dan gigi geraham ketiga (wisdom tooth) tumbuh setelah kita dewasa (di atas 20 tahun). Kondisi inilah yang menyebabkan geraham pertama sering mengalami karies (keropos) terlebih dahulu dan tak jarang harus dicabut. Dengan teknologi autograft, maka gigi geraham ketiga ini dapat ’dipindahkan’ ke lokasi geraham pertama.

1342172871169422685

gigi bungsu yang ditanamkan di socket geraham pertama

Dari penelitian medis tingkat keberhasilan transplantasi gigi sendiri ini berkisar sekitar 98 persen, artinya gigi geraham ini berhasil ’hidup’ di tempat yang baru tanpa ada penolakan dari tubuh. Tentu saja untuk mencapai keberhasilan ini dituntut beberapa persyaratan medis, seperti prosedur pencabutan kedua gigi ini harus diupayakan trauma seminimal mungkin, pasien harus menjaga kesehatan mulut selama proses penyembuhan. Teknik transplantasi gigi ini memang sekarang sudah digantikan dengan implan gigi (dental implant) dimana pasak (sekrup) logam titanium ditanamkan pada tulang rahang di atas mana dipasangkan mahkota gigi tiruan.

source

Advertisements
Categories: Artikel Unik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s