Gejala Dan Penyebab Osteomielitis

Gejala Dan Penyebab OsteomielitisOsteomielitis adalah infeksi tulang akut atau kronis, biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Infeksi yang menyebabkan osteomielitis sering dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar ke tulang melalui darah.

Cedera mungkin telah membuat tulang yang terkena lebih mungkin untuk terkena infeksi. Pada anak-anak, tulang panjang biasanya terpengaruh. Pada orang dewasa, kaki, tulang belakang, dan panggul yang paling sering terkena. Faktor risiko yang mendukung terjadinya penyakit ini adalah trauma, diabetes, hemodialisis, dan penyalahgunaan narkoba.

Penyebab.

1.   ODONTOGEN.

Merupakan sumber lokal yang paling utama pada osteomyelitis. Pada rahang, meliputi :

  • Dari alveolus setelah pencabutan gigi.
  • Dari abses subperiosteal.
  • Penyakit periapikal yang disebabkan oleh keadaan patologis pulpa.
  • Penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri yang memasuki gingival servix.
  • Infeksi perikoronal yang disebabkan oleh peradangan jaringan gusi yang tertembus oleh gigi yang erupsi sebagian dengan operculum yang berlangsung lama.
  • Infeksi tumor / kista odontogen.
  • Penggunaan panas untuk merawat abses gigi yang terdapat dalam tulang tanpa pencabutan gigi yang menutupinya untuk menyediakan drainase yang diperlukan dalam kasus ini.
  • Gangren pulpa dari gigi yang nampaknya sehat.
  • Abses apikal.

2.   NON ODONTOGEN.

  • Infeksi hematogen-infeksi osteomyelitis. Multiple.
  • Anak-anak yang kekurangan gizi.
  • Penyakit-penyakit sistemik.
  • Alat-alat yg digunakan untuk mencabut gigi kadang-kadang dissebut sebagai sumber osteomyelitis.
  • Abses peritonsiler-osteomyelitis. Pada ramus ascendes.
  • Trauma lokal pada gusi-penderita yang menurun resistennya terhadap infeksi.
  • Furmukolosis pipi.
  • Trauma karena pembedahan.

Klasifikasi.

Menurut peradangan = akut, sub akut, kronis.
Menurut asalnya = osteomyelitis odontogen dan osteomyelitis non odontogen.

Gejala.

Tanda / gejala umum dan lokal :

Penderita merasa nyeri yang sifatnya hanya samar-samar dan perasaan tidak enak pada tulang rahang.

Osteomyelitis akut :

  • Demam, bengkak, muncul setelah 2 – 3 hari.
  • Pembesaran kelenjar limfe di leher, sakit pada palpasi.
  • Trismus, paresthesia bibir.
  • Radang gingiva.
  • Gusi menjadi warna merah tua.
  • Ada nanah keluar dari tepi gingiva.
  • Gigi goyang.
  • Sukar menelan.
  • Nadi dan nafas cepat.

Osteomyelitis kronis.

  • Suhu tubuh tidak terlalu tinggi.
  • Rasa nyeri berangsur-angsur hilang.
  • Rasa tidak enak pada tulang rahang.
  • Trismus dan paresthesia bibir berangsur-angsur hilang.
  • Masih ada pembengkakan.
  • Keadaan gigi goyang.
  • Ada fistel pada kulit.

Perawatan.

  • Kontrol etiologi dan faktor predisposisi.
  • Perbaiki keadaan umum.
  • Istirahat total.
  • Diet teratur.
  • Konsumsi antibiotik dan analgesik dosis tinggi.
  • Incisi abses/bisul supaya tekanan nanah berkurang pada tulang.

source

Categories: Artikel Kesehatan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s